Pages

Minggu, 06 Januari 2013

Kompetisi Internal PSSI Blitar Berahkir

Pertandingan sepakbola yang melibatkan peserta mulai Kelompok Umur (KU) 10 / 12 / 14 /16 / KU 18 plus / KU 23 plus dan KU 35 yang dibuka Walikota Blitar di Stadion Supriadi Kota Blitar, awal September 2012 lalu, dengan peserta sekitar 84 tim sepakbola, baik dari SSB maupun club se Kota Blitar telah usai.

Sesuai prediksi, kompetisi berlangsunf beberapa bulan, dan berakhir Senin (24/12). Kompetisi internal yang dilakukan pengurus Persatuan Sepak Blitar Indonesia (PSSI) Kota Blitar ini sebagai bentuk pembinaan terhadap Sekolah Sepak Bola (SSB) maupun klub-klub binaannya se Kota Blitar.

Hal ini seperti yang disampaikan Suharyono, SH., ketua panitia pelaksana kompetisi. Kompetisi dibagi beberapa kelompok dan pertandingannya berlangsung di beberapa tempat seperti di Stadion Supriadi, lapangan kelurahan Bendogerit dan lapangan Pakunden ini dilakukan untuk mencetak para pemain sepakbola berpotensi di Kota Blitar. Para pemain ini nantinya perlu dibina sehingga kedepannya Kota Blitar memiliki pemain yang bisa dihandalkan untuk bisa memperkuat PSBK.

Dari hasil babak final KU 16 tahun yang berlangsung di hari terakhir, Laskar Supriadi berhasil meraih juara I setelah menundukkan Bima Putra dengan skor 2-0. Sedangkan juara III diraih Indonesia Muda setelah menang 4-1 atas Nine Star Club (NSC).

Seperti yang diinformasikan sebelumnya, diantara hasil di kelompok yang lain, KU 35, kesebelasan Patria Pemkot Blitar berhasil meraih juara I, setelah berhasil mengalahkan kesebelasan STW Kepanjenkidul. Sedangkan sebagai juara III dan IV, diraih kesebelasan Pordik setelah mengalahkan kesebelasan Tisaga Sananwetan. KU 23, sebagai juara I hingga IV, diraih Balapan Putra, Surya Muda Bendo, Gempa Patihan dan Tisaga Sananwetan. Sedangkan pemenang KU 18, Indonesia Muda, Putra Patria, SMK I dan Putas. KU 14, juara I hingga IV, Metro Pol, Indonesia Muda, Gajah Mada dan Bima Putra.
Kompetisi Internal PSSI Blitar Berahkir
Readmore »»   Kompetisi Internal PSSI Blitar Berahkir

Kaum Dhuafa Kota Blitar Terima Bantuan

Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Blitar mentasarufkan zakat infaq dan shodaqoh senilai Rp 100 juta bagi 250 kaum dhuafa. Masing-masing menerima uang senilai Rp 400 ribu yang bertempat di masjid Baitulhakim jalan Ciliwung kelurahan Bendo kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.

Purnomo, M.Hi, sekretaris BAZ Kota Blitar saat dikonfirmasi menjelaskan, selama triwulan keempat, bulan Oktober hingga Desember 2012, BAZ mengumpulkan dana sekitar Rp 237 juta yang berasal dari zakat sejumlah sekitar Rp 145 juta dan infaq sekitar Rp 92 juta. Sebagai program rutin, pengurus BAZ mentasarufkan dana itu bagi kaum dhuafa. Sisanya akan ditasarufkan untuk kegiatan lain, semata-mata untuk peningkatan ekonomi kaum dhuafa di Kota Blitar.

Menurut Purnomo, kesadaran para PNS di lingkup Pemerintah Kota Blitar dan Kantor Kementrian Agama Kota Blitar terus meningkat. Pada bulan Desember tahun 2011 lalu, BAZ menerima dana sekitar Rp 35 juta. Sedangkan penerimaan pada bulan terakhir tahun ini mencapai angka sekitar Rp 82 juta.

Proses pentasarufan uang secara cuma-cuma itu disambut antusias oleh kaum dhuafa. Salah satu diantaranya Rumpiah, seorang buruh tani. Pihaknya mengaku akan memanfaatkan bantuan yang diterima sebagai modal usaha berjualan sayur.

Sama seperti proses sebelumnya, dalam pentasarufan zakat, infaq, shodaqoh triwulan keempat ini, ratusan kaum dhuafa diminta untuk mengikuti sholat dhuhur berjamaah terlebih dahulu.
Kaum Dhuafa Kota Blitar Terima Bantuan
Readmore »»   Kaum Dhuafa Kota Blitar Terima Bantuan

FPTI Kota Blitar Tingkatkan Prestasi Atletnya


Perjuangan para atlet panjat tebing binaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Blitar dipenghujung tahun 2012 membuahkan hasil. Tidak hanya kejuaraan tingkat propinsi Jawa Timur perebutan paila Koni Surabaya, pada event tingkat nasional perebutan piala Walikota Surabaya, Walikota Cup yang berakhir 27 Desember 2012, atlet Kota Blitar juga berhasil meraih medali.

Jika pada event tingkat regional Jawa Timur, dua atletnya, masing-masing Khoirul Anam dan Rahmad Hari berhasil mengumpulkan tiga medali, dalam kejuaraan tingkat nasional itu ada dua atlet, masing-masing Alfan Sandi dan Sastra Dwi Fortuna berhasil mengumpulkan dua medali.

Wisnu Susanto, pelatih panjat tebing pada kepengurusan FPTI Kota Blitar mengatakan, dalam perebutan piala Koni di Surabaya pada 19 Desember 2012, Khoirul Anam berhasil meraih satu medali emas dari Lead Junior dan satu medali perunggu di nomor Speed.

Rahmad Hari berhasil meraih medali perak di nomor Lead Junior dan diperingkat 4 Speed. Sedangkan pada kejurnas Walikota Cup Surabaya, Alfan Sandi meraih satu medali perunggu dari nomor Lead Junior dan Sastra Dwi Fortuna berhasil meraih satu medali perak dari Lead Spider kid.

Wisnu menambahkan, dalam kejurnas di Surabaya lalu, sebenarnya ada enam atlet yang telah dikirim. Namun atlet yang lain seperti Dian Novitasari dan Khoirul Anam berada diperingkat ke enam karena persaingannya yang cukup berat. Meski prestasi yang ditorehkan para atletnya cukup banyak, di tahun 2013 ini terus berupaya untuk mempertahankan prestasi yang ada dan berupaya meningkatkan prestasi lagi.
FPTI Kota Blitar Tingkatkan Prestasi Atletnya
Readmore »»   FPTI Kota Blitar Tingkatkan Prestasi Atletnya

Perbasi Blitar Kembali Gelar Turnamen Koni Cup

Sebagai wujud pembinaan terhadap atlet basket yang ada, pengurus Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Blitar selalu menggelar turnamen yang melibatkan peserta pelajar. Salah satu diantaranya, pertandingan bola basket antar pelajar SMP/Mts perebutan piala Koni Kota Blitar, Koni Cup yang akan berlangsung di Gor Soekarno Hatta Kota Blitar, yang rencananya berlangsung 20 Januari 2013 mendatang.

Suroso, S.Pd, ketua pengurus Perbasi Kota Blitar mengatakan, turnamen antar pelajar SLTP yang rencananya akan melibatkan pelajar dari Kota maupun Kabupaten Blitar, Koni Cup tahun 2013 masih pertama kali dilakukan di Kota Blitar. Pertandingan dilakukan sebagai wujud pembinaan terhadap atlet yang ada. Sehingga kedepannya, ketika duduk di bangku SMA, para atlet Kota Blitar ini mampu meningkatkan kualitas permainannya.

Suroso menambahkan, pembinaan bola basket perlu dilakukan, mengingat dibawah tahun 2010 lalu, prestasi basket di Kota Blitar cukup bagus, namun menurun setelah tahun 2011. Agar tidak ketinggalan dengan daerah-daerah lain, maka Perbasi Kota Blitar terus berusaha untuk meningkatkan perkembangan bola basket di Kota Blitar.

Pihaknya memprediksi, pertandingan bola basket antar pelajar SMP/Mts mendatang, diikuti oleh puluhan tim. Hal ini berdasarkan pengamatannya ketika berlangsungnya pertandingan-pertandingan lain di Kota Blitar.Perbasi Blitar Kembali Gelar Turnamen Koni Cup
Readmore »»   Perbasi Blitar Kembali Gelar Turnamen Koni Cup

Relif Sri Tanjung di Candi Penataran

kisah Relif Sri Tanjung di Candi Penataran bisa ditemui pada dinding teras pendopo. Tersebutlah seorang ksatria bernama Sidapaksa yang memiliki istri setia yang cantik jelita bernama Sri Tanjung. Sidapaksa mengabdi kepada Raja Sulakrama di Negeri Sindureja. Diam-diam sang raja menaruh hati kepada Sri Tanjung yang cantik itu. Oleh karenanya ia menyusun siasat untuk memisahkan Sri Tanjung dari suaminya demi memiliki sang pujaan hati. Ia mengirim Sidapaksa untuk menemui para dewa di Swargaloka, dengan membawa surat yang bertuliskan “Pembawa surat ini akan menyerang Swargaloka.” Akibatnya Sidapaksa babak belur dipukuli oleh para dewa. Beruntung, pada akhirnya para dewa mengetahui bahwa Sidapaksa adalah keturunan Pandawa, sehingga ia diampuni.
Ketika Sidapaksa kembali ke kerajaan, ia mendapati bahwa istrinya sedang berpelukan dengan Raja Sulakrama. Dengan liciknya, Raja Sulakrama malah balik menuduh bahwa Sri Tanjunglah yang telah menggodanya untuk berbuat zina. Karena tidak bisa meredam amarah, Sidapaksa menikam istrinya dengan keris hingga tewas. Namun keanehan terjadi, di mana dari luka tusukan tersebut tidak mengalir darah segar, melainkan air yang berbau sangat harum. Sidapaksa menjadi tersadar bahwa itu adalah suatu pertanda bahwa istrinya tidak bersalah. Dengan penuh penyesalan, Sidapaksa menangisi dan menciumi jasad istrinya itu.
Melihat kejadian mengharukan itu Dewi Durga dari kahyangan merasa iba kepada pasangan sejoli itu dan memutuskan untuk menghidupkan kembali Sri Tanjung. Sidapaksa sangat berbahagia melihat istrinya hidup kembali, dan sesudah itu memutuskan untuk menghukum Raja Sulakrama atas kejahatannya itu. Dalam duel antara dua ksatria itu, Sidapaksa berhasil menewaskan Raja Sulakrama. Pada akhirnya Sidapaksa dan Sri Tanjung hidup bahagia.
Kisah ini menjadi legenda terbentuknya sebuah kota di negeri Blambangan, yaitu Banyuwangi yang artinya “air yang wangi”. Kisah Relif di Candi Penataran
Readmore »»   Relif Sri Tanjung di Candi Penataran

Kisah Relif di Candi Penataran

Anoman Obong

Relief Anoman Obong bisa ditemui pada dinding Candi Induk Penataran tingkat I. Anoman Obong adalah salah satu episode pada epik Ramayana, yang menceritakan tentang aksi Anoman, si kera putih yang sakti, dalam usahanya membebaskan Dewi Shinta dari cengkeraman Rahwana. Rahwana atau Dasamuka, seorang raja dari Alengka, menculik Dewi Shinta yang cantik jelita dari tangan Sri lanjutkan Baca Kisah Relif di Candi Penataran

Kresnayana

Relief Kresnayana bisa ditemui pada dinding Candi Induk Penataran tingkat II. Kisah ini adalah hasil karya Empu Triguna yang hidup pada masa pemerintahan Raja Warsajaya dari kerajaan Kediri. Kresnayana berarti “Perjalanan Kresna”, menceritakan tentang kisah percintaan antara Kresna dan Dewi Rukmini. Tersebutlah Dewi Rukmini, seorang cantik jelita putri Raja Bismaka dari Kerajaan Kundina, yang telah lanjutkan Baca Kisah Relif di Candi Penataran

Raden Inu Kertapati

Cerita tentang Raden Inu Kertapati merupakan sebuah cerita yang berasal dari Jawa yang mula timbulnya pada masa keemasan Kerajaan Majapahit. Bercerita tentang kepahlawanan dan cinta, dengan dua tokoh utamanya yaitu Raden Inu Kertapati atau Panji Asmara Bangun (Pangeran dari Kerajaan Daha) dan Dewi Sekartaji atau Galuh Candra Kirana (putri Kerajaan Jenggala). Cerita ini mempunyai banyak Kisah Relif di Candi Penataran

Bubhuksah dan Gagang Aking

Tersebutlah kakak beradik bernama Bubhuksah dan Gagang Aking yang menjalani hidup menjadi pertapa. Bubhuksah digambarkan bertubuh gemuk, karena dalam pertapaannya ia memakan apa saja termasuk daging hewan. Sementara Gagang Aking bertubuh kurus kering karena menjalani pertapaannya dengan penuh penderitaan dan hanya mau memakan daun-daunan. Suatu ketika Bathara Guru dari Kahyangan ingin menguji kedua bersaudara itu, lanjutkan Baca Kisah Relif di Candi Penataran

Sri Tanjung

Relief kisah Sri Tanjung bisa ditemui pada dinding teras pendopo. Tersebutlah seorang ksatria bernama Sidapaksa yang memiliki istri setia yang cantik jelita bernama Sri Tanjung. Sidapaksa mengabdi kepada Raja Sulakrama di Negeri Sindureja. Diam-diam sang raja menaruh hati kepada Sri Tanjung yang cantik itu. Oleh karenanya ia menyusun siasat untuk memisahkan Sri Tanjung dari suaminya lanjutkan Baca Kisah Relif di Candi Penataran
Readmore »»   Kisah Relif di Candi Penataran

Bubhuksah dan Gagang Aking di Candi Penataran

 Bubhuksah dan Gagang Aking di Candi Penataran
Tersebutlah kakak beradik bernama Bubhuksah dan Gagang Aking yang menjalani hidup menjadi pertapa. Bubhuksah digambarkan bertubuh gemuk, karena dalam pertapaannya ia memakan apa saja termasuk daging hewan. Sementara Gagang Aking bertubuh kurus kering karena menjalani pertapaannya dengan penuh penderitaan dan hanya mau memakan daun-daunan.
Suatu ketika Bathara Guru dari Kahyangan ingin menguji kedua bersaudara itu, dan ia mengirimkan Kalawijaya untuk turun ke bumi dengan menjelma menjadi harimau putih. Sang harimau pertama kali mendatangi Gagang Aking dan berkata bahwa ia sangat lapar karena sudah berhari-hari tidak makan. Gagang Aking menolak menyerahkan dirinya sebagai santapan sang harimau, dengan alasan tubuhnya kurus sehingga tidak akan bisa mengenyangkan perut sang harimau. Kemudian sang harimau mendatangi Bubhuksah dan mengatakan hal yang sama. Tidak disangka-sangka, Bubhuksah mempersilakan dirinya untuk dimakan oleh sang harimau, karena ia merasa iba melihat harimau yang kelaparan itu.
Kedua bersaudara itu dianggap lulus ujian, dan Bathara Guru mengangkatnya ke surga. Bubhuksah diberi kehormatan untuk menaiki punggung sang harimau putih dan masuk ke surga tertinggi, oleh karena keikhlasannya berkorban demi sesama makhluk hidup. Sementara Gagang Aking hanya boleh berpegang pada ekor sang harimau putih, dan dimasukkan ke surga yang lebih rendah.
Kisah ini memberikan sebuah pelajaran bahwa keutamaan dalam beribadah terletak pada keikhlasan, dan bukan pada tata cara ibadah itu sendiri.Kisah Relif di Candi Penataran
Readmore »»   Bubhuksah dan Gagang Aking di Candi Penataran